Call Center DPAPMK Kota Depok : 081234567890
Selamat Datang di Portal Website

Kota Layak Anak Kota Depok

Pemerintah Kota Depok

Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga

Profil Gugus Tugas


Foto - Foto


IMG-BANNER
IMG-BANNER
IMG-BANNER

Berita




Pemkot Depok Gandeng Media Wujudkan Kota Layak Anak
Depok 2018-08-30 16:06:17

Depok - Pemkot Depok menggandeng media untuk mewujudkan sebagai kota layak anak. Wali Kota Depok M Idris pun meminta media memberikan pemberitaan yang mencerdaskan anak-anak.

"Kita mendorong juga agar ikut mendorong kota layak anak ini dari teman-teman media. Kita minta nanti dari media-media agar ada memberi sebuah program layak anak, dan nanti ada asosiasi media layak anak," ujar Idris setelah memperingati Hari Anak Nasional di Balai Kota Depok, Jalan Margonda Raya, Selasa (7/8/2018).

Idris mengajak media memberikan program khusus untuk segmen anak-anak. Ia meminta media mengurangi pemberitaan ataupun program yang menampilkan kekerasan.

"Bagaimana kita tidak menampilkan hal-hal yang bisa ditiru oleh anak dan bisa membahayakan terhadap anak, nah ini tentunya sangat terkait dengan masalah olah rasa dari insan media apakah berita itu bisa menimbulkan kekerasan pada anak atau tidak. Misal orang dibunuh pakai pisau dan pisaunya tertusuk di perut, nah ini kan tidak baik dilihat anak atau nanti akan ada peringatan bahwa media tertentu tidak baik dikonsumsi oleh anak," paparnya.

Sebagai perwujudan dalam perlindungan anak, Pemkot Depok terus berupaya membuat program-program. Di sisi lain, pihaknya bekerja sama dengan pemerhati anak dalam upaya perlindungan anak dari kekerasan.

"Kedua, dengan lembaga-lembaga yang peduli, berempati, terhadap Kota Depok dari sisi perlindungan terhadap hak anak, misalnya LK3 di bawah Kemensos dan di bawah Dinas Sosial dan juga P2TP2A ini di bawah Dinas DPAPMK dan juga lembaga lembaga terkait seperti forum anak, forum kota layak anak dan perusahaan perusahaan seperti asosiasi pengusaha, dan juga asosiasi media," paparnya.

Di ujung acara tersebut, Idris membagi-bagikan hadiah untuk anak-anak berprestasi. Dia juga menyempatkan diri berpose dengan anak-anak.

Read More


Pemkot Depok Ajak Masyarakat untuk Wujudkan Kota Layak Anak
Depok 2018-08-30 16:04:48

DEPOK - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok masih terus berproses menjadikan Depok sebagai Kota Layak Anak (KLA). Salah satu acuan yang dipakai adalah Perda No 15/2013 tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak.

Untuk mewujudkannya diperlukan kerja sama empat elemen pemangku kepentingan, yaitu pemerintah, masyarakat, media, dan dunia usaha. “Keberhasilan dari program Kota Layak Anak ini bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Kota saja dalam melaksanakan semua gerakan, tetapi harus melibatkan semua elemen masyarakat serta memiliki persepsi yang sama tentang program Kota Layak Anak,” ungkap Ketua Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) Depok, Sri Utomo pada Senin, 25 Juni 2018 kemarin.

Dia menekankan perlunya peran serta masyarakat untuk mewujudkan Depok sebagai Kota Layak Anak. Artinya, siapa pun yang tinggal di Kota Depok bersama-sama berkontribusi membangun Depok menjadi Kota Layak Anak.

Depok sendiri saat ini sudah memiliki 236 RW ramah anak atas dasar kesadaran warga masyarakat akan pentingnya RW ramah anak. “RW ramah anak ini merupakan bagian dari sistem perlindungan anak berbasis masyarakat, bahkan di tingkatan RW sudah mulai dibentuk Poktan PKDRT. Selain itu seluruh kelurahan dan kecamatan di Kota Depok Sudah berkomitmen menjadikan Kelurahan dan Kecamatan Layak Anak,” ujarnya.

Pemkot Depok juga terus melakukan sosialisasi mengenai program ini. Dikatakan Sri bahwa tidak ada sebuah kota maupun kabupaten yang tanpa permasalahan pada anak, sekalipun di dalam sebuah kota yang sudah menyandang predikat Kota Layak Anak yang tingkatannya di atas Kota Depok.

“Ketika berbicara Kota Layak Anak, bukan berarti hanya menyoroti kasusnya saja, tetapi bagaimana kesigapan kita semua dalam menyelesaikan permasalahan tersebut,” paparnya.

Saat ini, lanjut Sri, Pemkot Depok melalui P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) dan berbagai lembaga yang tergabung dalam tim respons cepat sudah melakukan upaya preventif dan kuratif. Semua masalah yang ditangani oleh P2TP2A dapat diselesaikan sesuai dengan yang diharapkan.

Jumlah kasus yang ditangani pada 2017 oleh P2TP2A sebanyak 60 kasus dewasa dan anak, pada 2018 hingga bulan April sebanyak 35 kasus (dewasa 15 dan anak 20). “Penanganan dilakukan oleh tim P2TP2A yang di dalamnya terdapat tenaga ahli psikolog dan advokat. Kami pun selalu berkoordinasi dengan Polresta Depok Unit PPA, apabila terdapat kasus yang perlu pendampingan tim P2TP2A terutama psikolog, baik untuk pelaku maupun korban,” ujarnya.

Sri menambahkan, tagline Depok Kota Layak Anak adalah merupakan bentuk keseriusan pihaknya alam menyamangati membentuk program pemenuhan hak anak. Yaitu, hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dan kesejahteraan dasar, pendidikan, serta pemanfaatan waktu luang dan perlindungan khusus.  

“Untuk itu kami mengajak semua elemen masyarakat untuk turut serta berkontribusi dalam mewujudkan Depok Kota Layak Anak,” ucapnya.

Read More